Minggu, 30 Oktober 2011

PEDOMAN PENYUSUNAN RKAS

Lampiran Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor
Nomor : ………………………………..



logo_bogor


Penjelasan Singkat dan Contoh
PEDOMAN  PENYUSUNAN
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS)
TIM PENYUSUN PERENCANAAN PENGELOLAAN PENDIDKAN
Dilingkungan pemerintah Kota Bogor



Rounded Rectangle: DINAS  PENDIDIKAN KOTA BOGOR
PROPINSI JAWA BARAT

TAHUN 2010
Contoh Cover :

RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS)
SERTA PROFIL SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN ……. - …….







logo_bogor







SMP/SMA NEGERI/SWASTA ............. KOTA BOGOR
Alamat : Jl. ………………………………………..
e-mail : ……………………………………





PEMERINTAH KOTA BOGOR
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA


















HALAMAN PENGESAHAN

RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS)
PROFIL SEKOLAH
SD/SMP/SMA/SMK NEGERI/SWASTA …….. KOTA BOGOR
TAHUN PELAJARAN ……. - …….
Alamat Jl. …………………………………………………………………………………………………

              

Ketua Komite,






Bogor,
Kepala SD/SMP/SMA/SMK ....
,







                                                                 


Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga
Kota Bogor





A.H.HERMANA
NIP. 19580702 198003 1 007
















SISTIMATIKA
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH

Halaman  Pengesahan      .......................................................................................................    i
Kata Pengantar    ....................................................................................................................  ii
Daftar Isi     .............................................................................................................................  iii
BAB  I    PENDAHULUAN
A.      Latar belakang    ......................................................................................      
B.      Tujuan      ................................................................................................        
C.      Landasan hukum    ..................................................................................       
D.     Sistematika penyusunan program  .........................................................
BAB  II   GAMBARAN UMUM KONDISI SEKOLAH
A.      Kondisi Pendidikan Saat Ini    ............................................................................
B.      Kondisi Pendidikan satu tahun kedepan  ..........................................................
C.      Identifikasi tantangan nyata  .............................................................................
BAB  III  ANALISIS SWOT
A.      Analisis SWOT Internal
1.    Kekuatan   ………………………………………………………………………………………………..
2.    Kelamahan   ……………………………………………………………………………………………..
B.      Analisis SWOT Eksternal
1.    Peluang   …………………………………………………………………………………………………..
2.    Ancaman   ………………………………………………………………………………………………..
C.      Alternatif Pemecahan Masalah   .......................................................................
BAB  IV    VISI, MISI, DAN STRATEGI
A.      Visi Sekolah    .................................................................................................
B.      Misi Sekolah  ..................................................................................................
C.      Strategi   .........................................................................................................
BAB  V     PROGRAM KEGIATAN DAN RENCANA PELAKSANAAN
A.      Evaluasi Ketercapaian Program Kegiatan Tahun Sebelumnya  ............................
B.      Prioritas Rencana Kegiatan satu tahun kedepan  ................................................
C.      Rencana Pelaksanaan Program   .................................................................... 
D.      Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah   ……………………………………………………
BAB  VI    MONITORING DAN EVALUASI
A.      Supervisi,    .....................................................................................................
B.      Monitoring    ..................................................................................................
C.      Evaluasi    .......................................................................................................
BAB  VII   PENUTUP
LAMPIRAN :

Profil sekolah













RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS)
TAHUN PELAJARAN ………/……….

RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS) merupakan rencana pengembangan sekolah untuk jangka satu tahun yang relatif bersifat baku.
Beberapa komponen utama yang termasuk dalam RKAS ini adalah sebagai berikut :
BAB  I     PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Gambaran tentang wujud permasalahan pengelolaan sekolah saat ini dan harapan pengelolaan hingga masa yang akan datang.
B.      TUJUAN
Gambaran RKAS sebagai acuan pengelolaan sekolah bagi semua komponen yang terlibat didalamnya
C.      LANDASAN HUKUM
Kumpulan peraturan dan perundang-undangan yang dapat dijadikan payung hukum
D.      SISTIMATIKAN PENYUSUNAN PROGRAM
Sebagai panduan teknik penulisan dalam bentuk pengelolaan sekolah
BAB  II   GAMBARAN UMUM KONDISI SEKOLAH
A.     KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI
Menguraikan kondisi pendidikan saat ini di sekolah secara umum dalam bentuk narasi, didasarkan atas data-data dan fakta aktual, baik ditinjau dari sisi mutu, akses, efisiensi, relevansi, dan manajemennya, yang dipengaruhi oleh kondisi  sosial, ekonomi, politik, keamanan, kemajuan IPETK, budaya, dsb terhadap kondisi pendidikan empat tahun ke depan, khususnya ditinjau dari delapan (8) aspek SNP, dalam mengidentifikasi tantangan nyata, maka diusahakan bersifat kuantitatif dan terukur. Untuk menghasilkan besarnya tantangan nyata yang terukur tersebut, maka dalam analisis pendidikan masa datang dalam tiap aspek SNP adalah menggunakan pedoman kepada: kriteria, standar, spesifikasi, dan lainnya dari peraturan perundangan yang berlaku atau kalau belum diatur secara eksplisit dapat menggunakan dasar-dasar konsep pendidikan yang ideal. Selisih antara kondisi ideal tiap aspek SNP terhadap kondisi nyata tiap aspek SNP adalah merupakan besarnya tantangan nyata yang harus diatasi sekolah.

B.      KONDISI PENDIDIKAN SATU TAHUN KEDEPAN

Melaksanakan analisis tentang kondisi pendidikan yang ideal, sempurna, dan yang seharusnya  terjadi sesuai dengan jenjang pendidikannya analisis ini lebih diutamakan pada analisis sistem penyelenggaraan pendidikan yang seharusnya memenuhi  delapan (8) aspek SNP, yaitu analisis pendidikan masa datang ditinjau dari aspek pemenuhan SKL SMP, pemenuhan standar isi, pemenuhan standar proses pembelajaran, pemenuhan standar penilaian, pemenuhan standar pengelolaan, pemenuhan standar tenaga pendidik dan kependidikan, pemenuhan standar sarpras, dan pemenuhan standar pembiayaan. Sebagai dasar utama dalam analisis ini lebih didasarkan kepada regulasi SNP yang ada atau konsep-konsep berbagai aspek pendidikan yang idealnya.

C.      IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI TERHADAP KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG

Analisis pengidentifikasian tantangan nyata (KESENJANGAN KONDISI) antara kondisi pendidikan saat ini terhadap kondisi pendidikan satu tahun ke depan, khususnya ditinjau dari delapan (8) aspek SNP, dalam mengidentifikasi tantangan nyata, maka diusahakan bersifat kuantitatif dan terukur. Untuk menghasilkan besarnya tantangan nyata yang terukur tersebut, maka dalam analisis pendidikan masa datang dalam tiap aspek SNP adalah menggunakan pedoman kepada: kriteria, standar, spesifikasi, dan lainnya dari peraturan perundangan yang berlaku atau kalau belum diatur secara eksplisit dapat menggunakan dasar-dasar konsep pendidikan yang ideal. Selisih antara kondisi ideal tiap aspek SNP terhadap kondisi nyata tiap aspek SNP adalah merupakan besarnya tantangan nyata yang harus diatasi sekolah.

Contoh :
No.
Kondisi pendidikan saat ini
Kondisi pendidikan 1 tahun mendatang
Besarnya tantangan nyata
1
Standar Isi
Standar Isi

a
Buku KTSP (Buku/Dokumen-1):



-       Penyempurnaan Kurikulum
Tersusun 1 Buku KTSP
1 buah
b
Silabus: (Buku/Dokumen-2):
Silabus:


-       Tersusun silabus 5 mapel
-       Tersusun silabus semua mapel kelas 7
-       Tersusun silabus 11 mapel
-       Tersusun silabus semua mapel kelas 8 dan 9
Silabus 6 mapel
Silabus kelas 8 dan 9
c
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP):



-       Tersusun RPP : 50% dari semua mapel
-       Tersusun RPP semua mapel klas 7
-        Tersusun RPP : 100% dari semua mapel
-       Tersusun RPP semua mapel kelas 7
50%

RPP kelas 8 dan 9
2.
Standar Proses
Standar Proses

a
Persiapan pembelajaran:
Persiapan pembelajaran:


-          Kepemilikan silabus oleh guru: 50% memiliki
-          Kepemilikan RPP oleh guru: 50% memiliki
-          Kepemilikan sumber belajar/bahan ajar: 50%
-          Pengembangan perangkat instrumen untuk pemahaman guru terhadap karakteristik siswa: 50%
-          Kepemilikan silabus oleh guru: 100% memiliki
-          Kepemilikan RPP oleh guru: 100% memiliki
-          Kepemilikan sumber belajar/bahan ajar: 100%
-          Pengembangan perangkat instrumen untuk pemahaman guru terhadap karakteristik siswa: 100%
50%

50%

50%

50%

b
Persyaratan Pembelajaran



-          Jumlah siswa per rombel: 40 anak
-          Beban mengajar guru: 10 jam/minggu
-          Ratio antara jumlah siswa dengan buku tekas mapel 3:1
-          Pengelolaan kelas: 50%
-          Jumlah siswa per rombel: 32 anak
-          Beban mengajar guru: ≥ 24 jam/minggu
-          Ratio antara jumlah siswa dengan buku tekas mapel 1:1
-          Pengelolaan kelas: 100%
Pengurangan 8 siswa/rombel
Penambahan 14 jam/minggu
Penambahan 2 buku/siswa
50%
c
Pelaksanaan pembelajaran:
Pelaksanaan pembelajaran:


-          Cakupan pendahuluan dalam pembelajaran oleh guru di kelas: 60%
-          Cakupan penerapan prinsip pembelajaran yang: eksploratif, elaboratir, dan konformatif: 40%
-          Penerapan CTL: 20%
-          Penerapan pembelajaran tuntas: 35%
-          Penerapan PAIKEM/PAKEM: 40%
-          Penerapan pembelajaran di luar kelas/sekolah: 30%
-          Cakupan pelaksanaan penutup dalam pembelajaran: 70%
-          Cakupan pendahuluan dalam pembelajaran oleh guru di kelas: 100%
-          Cakupan penerapan prinsip pembelajaran yang: eksploratif, elaboratir, dan konformatif: 100%
-          Penerapan CTL: 100%
-          Penerapan pembelajaran tuntas: 100%
-          Penerapan PAIKEM/PAKEM: 100%
-          Penerapan pembelajaran di luar kelas/sekolah: 100%
-          Cakupan pelaksanaan penutup dalam pembelajaran: 100%
-          Dll
40%


60%

60%

80%
65%

60%

70%

30%
d
Pelaksanaan penilaian pembelajaran:
Pelaksanaan penilaian pembelajaran:


-          Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar: 70%
-          Variasi model penilaian: 2 model
-          Pengolahan/analisis hasil penilaian: 1 jenis manual
-          Pemanfaatan/tindak lanjut hasil penilaian: 1 manfaat
-          Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar: 100%
-          Variasi model penilaian: 5 model
-          Pengolahan/analisis hasil penilaian: 2 jenis manual
-          Pemanfaatan/tindak lanjut hasil penilaian: 3 manfaat
-          Dll
30%

3 model

1 jenis berbasis TIK

2 kemanfaatan/tindak lanjut
e
Pengawasan proses pembelajaran:
Pengawasan proses pembelajaran:


-          Cakupan kegiatan pemantauan pembelajaran: 40%
-          Cakupan kegiatan supervisi pembelajaran: 40%
-          Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran: 40%
-          Dokumen pelaporan hasil evaluasi pembelajaran: 40%
-          Cakupan tindak lanjut hasil evaluasi pembelajaran: 60%
-          Cakupan kegiatan pemantauan pembelajaran: 100%
-          Cakupan kegiatan supervisi pembelajaran: 100%
-          Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran: 100%
-          Dokumen pelaporan hasil evaluasi pembelajaran: 100%
-          Cakupan tindak lanjut hasil evaluasi pembelajaran: 100%
60%


60%

60%

60%

40%
3.
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan

a
Bidang akademik:



-          Rata2 pencapaian KKM semua mapel 6,00
-          Rata2 pencapaian NUN  4,00
-          Memperoleh juara ke-3 tk kab/kota bidang Matematika
-          Memperoleh juara ke-2 tk kab/kota bidang IPA
-          Memperoleh juara ke-5 tk provinsi bidang IPA
-          Memperoleh juara ke-20 tk nasional bidang IPA
-          Rata2 pencapaian KKM semua mapel 8,00
-          Rata2 pencapaian NUN 7,50
-          Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang Matematika
-          Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang IPA
-          Memperoleh juara ke-3 tk provinsi bidang IPA
-          Memperoleh juara ke-15 tk nasional bidang IPA
2,00

3,50
2 tingkat

1 tingkat

2 tingkat

5 tingkat
b
Bidang non akademik:



-          Perolehan jumlah kejuaraan: 2 jenis/bidang pada tk kab/kota
-          Perolehan jumlah kejuaraan: 2 jenis/bidang pada tk provinsi
-          Perolehan jumlah kejuaraan: 1 jenis/bidang pada tk nasional
-          Memperoleh juara ke-2 tk kab/kota bidang bola voli
-          Memperoleh juara ke-4 tk provinsi bidang bola voli
-          Memperoleh juara ke-10 tk nasional bidang bola voli
-          Perolehan jumlah kejuaraan: 5 jenis/bidang pada tk kab/kota
-          Perolehan jumlah kejuaraan: 3 jenis/bidang pada tk provinsi
-          Perolehan jumlah kejuaraan: 2 jenis/bidang pada tk nasional
-          Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang bola voli
-          Memperoleh juara ke-2 tk provinsi bidang bola voli
-          Memperoleh juara ke-6 tk nasional bidang bola voli
3 buah

1 tingkat

1 tingkat

1 tingkat

2 tingkat

4 tingkat
c
Kelulusan:



-          Jumlah kelulusan  75%
-          Jumlah kelulusan 100%
25%
d
Melanjutkan studi:
-           


-          Jumlah lulusan yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 80%
Jumlah lulusan yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 100%
20%
4
Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan:
Standar  Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan:

a
Kepala sekolah:



-          Belum pelatihan bahasa Inggris atau TOEFL = 400
-          Belum pelatihan TIK
-          Belum pelatihan kepemimpinan
-          Belum pelatihan manajerial sekolah (MBS)
-          Belum pelatihan kewirausahaan
-          Belum pelatihan supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah
-          Belum pelatihan administrasi persekolahan
-          Belum pelatihan KTSP
-          Dll
-          TOEFL = 500
-          pelatihan TIK min. 5 kali
-          pelatihan kepemimpinan min. 3 kali
-          pelatihan manajerial sekolah (MBS) min. 3 kali
-          pelatihan kewirausahaan min. 3 kali
-          pelatihan supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah min. 3 kali
-          pelatihan administrasi persekolahan min. 3 kali
-          Pelatihan KTSP min 2 kali
-          Dll
100 GS Niai TOEFL
5 kali
3 kali

3 kali

3 kali

3 kali

3 kali

2 kali
................
b
Guru: (bersifat rata-rata)
Guru: (bersifat rata-rata)


-          Jumlah guru keseluruhan:  90 orang
-          Jumlah guru IPA: 5 orang
-          Jumlah guru TIK: 1 orang
-          Pelatihan CTL: 50%
-          Pelatihan pembelajaran tuntas: 50%
-          Pelatihan penilaian dan evaluasi pembelajaran: 40%
-          Pelatihan bahasa Inggris: 20%
-          Pelatihan TIK: 35%
-          Pelatihan KTSP: 75%
-          Pelatihan penelitian pendidikan: 20%
-          Pelatihan kepribadian: 10%
-          Pengabdian masyarakat: 10%
-          Pelatihan PAIKEM/PAKEM: 25%
-          Jumlah guru S1/D4: 75%
-          Jumlah guru bersertifikasi profesi: 25%
-          Jumlah guru yang memiliki komputer/laptop: 10%
-          Jumlah guru keseluruhan sesuai kebutuhan mapel: 100
-          Jumlah guru IPA: 8 orang
-          Jumlah guru TIK: 4 orang
-          Pelatihan CTL: 100%
-          Pelatihan pembelajaran tuntas: 100%
-          Pelatihan penilaian dan evaluasi pembelajaran: 100%
-          Pelatihan bahasa Inggris: 100%
-          Pelatihan TIK: 100%
-          Pelatihan KTSP: 100%
-          Pelatihan penelitian pendidikan: 100%
-          Pelatihan kepribadian: 100%
-          Pengabdian masyarakat: 100%
-          Pelatihan PAIKEM/PAKEM: 100%
-          Jumlah guru S1/D4: 100%
-          Jumlah guru bersertifikasi profesi: 25%
-          Jumlah guru yang memiliki komputer/laptop: 100%
10 orang

3 orang
3 orang
50%
50%

60%

80%

25%

80%
90%
90%
75%
25%
75%

90%

c
Tenaga TU, Laboran, Pustakawan, dll: (bersifat rata-rata)
Tenaga TU, Laboran, Pustakawan, dll: (bersifat rata-rata)


-          Jumlah tenaga TU: 10 orang
-          Pelatihan TIK: 50%
-          Pelatihan bahasa Inggris: 10%
-          Pelatihan bidangnya: 10%
-          Pelatihan manajemen sesuai bidangnya: 5%
-          Jumlah laboran IPA: 1 orang
-          Jumlah tenaga TU: 15 orang
-          Pelatihan TIK: 100%
-          Pelatihan bahasa Inggris: 100%
-          Pelatihan bidangnya: 100%
-          Pelatihan manajemen sesuai bidangnya: 100%
-          Jumlah laboran IPA: 3 orang
5 orang
50%
90%
90%
95%

2 orang
5
Standar Sarana dan Prasarana
Standar Sarana dan Prasarana

a
Sarana dan Prasarana Minimal
Sarana dan Prasarana Minimal


-          Ruang kepala sekolah: 10 m2
-          Ruang wakil KS tidak ada
-          Ruang kelas : 2 tidak standar
-          Ruang perpustakaan: tidak standar
-          Ruang Lab. IPA: 1 buah
-          Ruang guru: tidak standar (< 4m2 / guru)
-          Gudang: tidak ada
-          Ruang UKS : tidak ada
-          Dll
-          Ruang kepala sekolah: min. 12 m2
-          Ruang wakil KS ada
-          Ruang kelas : standar 7X9m2
-          Ruang perpustakaan: standar
-          Ruang Lab. IPA: 2 buah
-          Ruang guru:  standar (< 4m2 / guru)
-          Gudang:  ada
-          Ruang UKS : ada
-          Dll
Terbangun ruang KS standar
Terbangun R WK KS
Terbangun 2 R kelas
Terbangun R perpustakaan
Terbangun R lab IPA 1 bh
Terbangun ruang guru standar
Terbangun 1 gudang
Terbangun ruang UKS
b
Sarana dan Prasarana Lainnya
Sarana dan Prasarana Lainnya


-          Ruang Lab. Bahasa: tidak ada
-          Ruang Lab. Komputer: tidak ada
-          Ruang multi media: tidak ada
-          Ruang akademik dan pengembangan SIM: tidak ada
-          Ruang kantin: tidak standar (<10m2)
-          Dll

-          Ruang Lab. Bahasa: 2 buah
-          Ruang Lab. Komputer: 2 buah
-          Ruang multi media: tidak ada
-          Ruang akademik dan pengembangan SIM:  2 buah

-          Ruang kantin:  ada s/ tandar

-          Dll
Terbangun 2 R Lab Bahasa
Terbangun 2 R Lab Komputer
Terbangun R multi media
Terbangun 2 R akademik dan SIM
Terbangun R kantin standar
c
Fasilitas Pembelajaran dan Penilaian
Fasilitas Pembelajaran dan Penilaian


-          Daya listrik rendah (< 3000W)
-          Komputer Guru: 5%
-          Komputer TU: 1 buah
-          Komputer perpustakaan: tidak ada
-          Komputer Lab IPA: tidak ada
-          Jaringan internet: tidak ada
-          Sarana olah raga: 50%
-          Dll
-          Daya listrik rendah (6000W)
-          Komputer Guru: 25%
-          Komputer TU: 5 buah
-          Komputer perpustakaan: 20 buah
-          Komputer Lab IPA: 1 buah
-          Jaringan internet: ada
-          Sarana olah raga: 100%
-          Dll
3000W
20%
4 buah
20 buah

1 buah
Terpasang jaringan
50%

6.
Standar Pengelolaan
Standar  Pengelolaan

a
Perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja/kegiatan:
Perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja/kegiatan:


-          Dokumen  (RKAS dan RKT): 50%
-          Dokumen PSB: 60%
-          Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 50%
-          Dokumen tata tertib sekolah: 50%
-          Dokumen kode etik sekolah: 50%
-          Dokumen penugasan guru: 80%
-          Dokumen administrasi sekolah lainnya: 50%
-          Dokumen (RKAS dan RKT): 100%
-          Dokumen PSB: 100%
-          Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 100%
-          Dokumen tata tertib sekolah: 100%
-          Dokumen kode etik sekolah : 100%
-          Dokumen penugasan guru: 80%
-          Dokumen administrasi sekolah lainnya: 100%
50%
40%
50%

50%

50%

20%
50%
b
Struktur organisasi dan mekanisme kerja:
Struktur organisasi dan mekanisme kerja:


-          Struktur organisasi: 75% lengkap
-          Dokumen pembagian tugas/kewenangan/tupoksi: 60%
-          Dokumen mekanisme fungsi/tugas organisasi: 50%
-          Dll
-          Struktur organisasi: 100% lengkap
-          Dokumen pembagian tugas/kewenangan/tupoksi: 100%
-          Dokumen mekanisme fungsi/tugas organisasi: 100%
-          Dll
25%

40%


50%

c
Supervisi, monitoring, evaluasi, dan akreditasi sekolah:
Supervisi, monitoring, evaluasi, dan akreditasi:


-          Tidak ada tim khusus
-          Tidak ada instrumen suvervisi
-          Tidak ada instrumen monitoring
-          Tidak ada instrumen evaluasi
-          Tidak ada instrumen akreditasi
-          Tidak ada pelaporan supervisi
-          Tidak ada pelaporan monitoring
-          Tidak ada pelaporan evaluasi
-          Tidak ada pelaporan akreditasi internal
-          Pendokumentasian : 50%
-          Tindak lanjut: 50%
-          Dll
-          Ada tim khusus: 100%
-          Ada instrumen supervisi: 100%
-          Ada instrumen monitoring: 100%
-          Ada instrumen evaluasi: 100%
-          Ada instrumen akreditasi: 100%
-          Ada pelaporan supervisi: 100%
-          Ada pelaporan monitoring: 100%
-          Ada pelaporan evaluasi: 100%
-          Ada pelaporan akreditasi internal: 100%
-          Pendokumentasian : 100%
-          Tindak lanjut: 100%
-          Dll
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%

50%
50%
d
Kemitraan dan peranserta masyarakat:
Kemitraan dan peranserta masyarakat:


-          Dokumen keberadaan Komite Sekolah: 90%
-          Dokumen program kerja komite sekolah: 60%
-          Kepengurusan komite sekolah: 75% lengkap
-          Perolehan kerjasama dengan pihak lain: 2 instansi
-          Bantuan biaya pendidikan dari orang tua siswa: 10.000 rupiah/bulan
-          Dll
-          Dokumen keberadaan Komite Sekolah: 100%
-          Dokumen program kerja komite sekolah: 100%
-          Kepengurusan komite sekolah: 100% lengkap
-          Perolehan kerjasama dengan pihak lain: 5 instansi
-          Bantuan biaya pendidikan dari orang tua siswa: 150.000 rupiah/bulan
-          Dll
10%

40%

25%

3 instansi

140.000,- rupiah/bulan
e
SIM sekolah:
SIM sekolah:


-          Tidak terpasang PAS (Paket Aplikasi Sekolah)
-          Tidak terpasang jaringan SIM
-          Dll
-          Terpasang PAS (Paket Aplikasi Sekolah): 100%
-          Terpasang jaringan SIM: 100%
-          Dll
100%

100%
7.
Standar Keuangan dan Pembiayaan
Standar Keuangan dan Pembiayaan

a
Sumber dana: 2 buah
Sumber dana: minimal 5  buah
Minimal 3
b
Pengalokasian dana: 5 SNP
Pengalikasian dana: minimal 8 SNP
3 atau lebih
c
Penggunaan dana: 75% benar
Penggunaan dana: 100% benar
25%
d
Pelaporan penggunaan dana: 75%
Pelaporan penggunaan dana: 100%
25%
e
Dokumen pendukung pelaporan: 80%
Dokumen pendukung pelaporan: 100%
20%
8.
Standar  Penilaian Pendidikan:
Standar  Penilaian Pendidikan:

a
Frekuensi ulangan harian oleh guru: 50%
Frekuensi ulangan harian oleh guru: 100%
50%
b
Ulangan tengah semester yang dilakukan oleh guru: 50%
Ulangan tengah semester yang dilakukan oleh guru: 100%
50%
c
Cakupan materi ulangan akhir semester yang dilakukan sekolah: 90%
Cakupan materi ulangan akhir semester yang dilakukan sekolah: 100%
50%
d
Cakupan materi ulangan kenaikan kelas oleh sekolah: 90%
Cakupan materi ulangan kenaikan kelas oleh sekolah: 100%
10%
e
Teknik-teknik penilaian yang dipergunakan guru dalam pembelajaran: 50%
Teknik-teknik penilaian yang dipergunakan guru dalam pembelajaran: 100%
50%
f
Instrumen yang dikembangkan guru untuk ulangan harian: 80%
Instrumen yang dikembangkan guru untuk ulangan harian: 100%
20%
g
Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk ulangan akhir semester: 80%
Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk ulangan akhir semester: 100%
20%




h
Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk ulangan kenikan kelas: 80%
Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk ulangan kenikan kelas: 100%
20%
i
Mekanisme dan prosedur penilaian pendidikan oleh guru: 75% terpenuhi
Mekanisme dan prosedur penilaian pendidikan oleh guru: 100%  terpenuhi
25%
j
Mekanisme dan prosedur penilaian pendidikan oleh sekolah: 90% terpenuhi
Mekanisme dan prosedur penilaian pendidikan oleh sekolah: 100% terpenuhi
10%
k
Dll
Dll

9
Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sekolah:
Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sekolah:



BAB  III   ANALISIS SWOT
A.     ANALISIS SWOT INTERNAL, DAN EKSTERNAL
Melaksanakan analisis tentang kondisi pendidikan yang ideal, sempurna, dan yang seharusnya  terjadi baik internal maupun eksternal sekolah untuk membentuk manusia Indonesia sebagai “insan kamil”, yaitu manusia Indonesia yang memiliki kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan lainnya, sehingga menjadi manusia yang seutuhnya, “sempurna”, dan memiliki atau memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) sesuai dengan jenjang pendidikannya. Dalam analisis ini lebih diutamakan pada analisis sistem penyelenggaraan pendidikan yang seharusnya memenuhi  delapan(8) aspek Standar Nasional Pendidikan, yaitu analisis pendidikan masa datang ditinjau dari aspek ; pemenuhan standar isi, pemenuhan standar proses pembelajaran, pemenuhan SKL, pemenuhan standar penilaian, pemenuhan standar pengelolaan, pemenuhan standar tenaga pendidik dan kependidikan, pemenuhan standar sarpras, dan pemenuhan standar pembiayaan. Sebagai dasar utama dalam analisis ini lebih didasarkan kepada regulasi/pengelolaan SNP yang ada atau konsep-konsep berbagai aspek pendidikan yang ideal.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini:
a.      Analisis dilakukan tiap sasaran
b.      Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (sub-sub komponennya)
c.       Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah, naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan
d.      Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum
e.      Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan, demikian pula sebaliknya.
f.        Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur secara jelas, tidak mengandung multi tafsir, sangat kualitatif, asal menentukan (tanpa dasar), dan sebagainya.
Contoh analisis SWOT pada:
·         Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus
Komponen/Fungsi dan Faktornya
Kriteria Kesiapan
(Kondisi Ideal)
Kondisi Nyata
Tingkat Kesiapan Faktor
Siap
Tidak Siap
(1)
(2)
(3)
(5)
(5)
A. INTERNAL




1
Guru
·      Kualifikasi 100% S1
Kualifikasi 100% S1



·      Sesuai bidang studi 100%
Sesuai bidang studi 100%



·      Pengalaman pelatihan KBK min.3 kali
Pengalaman pelatihan KBK min.1 kali



·      Pengalaman mengajar min. 5 thn
Pengalaman mengajar min. 5 thn




·      Pengalaman pelatihan CTL min. 3 kali
Pengalaman pelatihan CTL min. 1kali



·      Jumlah guru min. 10 orang sesuai BS
Jumlah guru min. 7 orang sesuai BS

2
Nara Sumber
Dan seterusnya
Dan seterusnya


3
Fasilitas Komputer
Komputer Pentium 5
Komputer Pentium 5



Jumlah komputer 10 buah
Jumlah komputer 5 buah



Jumlah printer 3 bh
Jumlah printer 2 bh



Jumlah CD 10 bh
Jumlah CD 10 bh

4
............... dst
Dan seterusnya
Dan seterusnya


B.  EKSTERNAL




1
…………… dst




Analisis SWOT:
·         Sasaran ke-2:  ..................................................................................................... dst


B.      ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
Hal-hal yang harus diperhatikan :
·      Berdasarkan hasil analisis SWOT, maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu;
·      Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya, dan dipilih yang paling ringan, tepat, dan efisien/efektif.
·      RENCANA KEGIATAN lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatif pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah.
·      RENCANA KERGIATAN bersfifat SMART (spesific, measurable, achievable, relevan, time)
·      RENCANA KEGIATAN dibuat rinci/operasional, sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran.

Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan PROGRAM KEGIATAN pencapaian sasaran. Pada RENCANA KEGIATAN dirinci ke dalam satuan volume, jumlah waktu, jumlah orang, dll.  Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah.
Misalnya dari hasil analisis SWOT dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut :
Contoh tabulasi hasil analisis SWOT : ”Sekolah mengembangkan silabus
Komponen/
Faktor yang TIDAK SIAP
Persoalan pada komponen/faktor
Altaernatif Pemecaahan Persoalan
1.  Guru
pengalaman pelatihan KBK kurang
(baru 1 kali)
·         mengadakan ws KBK
·         mengirimkan ws KBK
·         magnag di sekolah lain
·         IHT di sekolahnya sendiri
·         PTK
·         mengikutkan guru pada MGMP

Pengalaman pelatihan CTL kurang
(baru 1 kali)
·         mengadakan ws CTL
·         mengirimkan ws CTL
·         magnag di sekolah lain
·         IHT di sekolahnya sendiri
·         PTK
·         Mengikutkan guru ke MGMP

jumlah guru kurang 3 (B.Indo, B.Ingg ,Matematika)
·         mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS
·         mengangkat GTT 3 gr 3 BS
·         minta guru bantu kpd pemda
·         memberdayakan guru yang ada
·         Dsb
2. Fasilitas Komputer
Jumlah komputer kurang 5 buah
·         Mengadakan dengan cara membeli baru
·         Pinjam/kerjasama dengan pihak lain
·         Menyewa
·         Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah

Jumlah printer kurang 1 buah,
·         Mengadakan dengan cara membeli baru
·         Pinjam/kerjasama dengan pihak lain
·         Menyewa
·         Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah
Dan seterusnya

·          
·         Tabulasi hasil analisis SWOT untuk : Sasaran berikutnya
·         .................. dan seterusnya

BAB  IV    VISI, MISI, DAN STRATEGI
A.     VISI SEKOLAH
1.      Rambu-rambu merumuskan visi sekolah :
a.      mengacu kepada landasan filosofis bangsa, UUD, dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia
b.      mengacu visi umum pendidikan yaitu  dengan rumusan: “Terwujudnya Insan Kamil”
c.       memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik
d.      berkepribadian, nasionalisme, budaya-nasional/Indonesia
e.      perkembangan era global
f.        perkembangan IPTEK
g.      dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan
h.      sesuai konteks daerah, sekolah, visi yayasan
i.        belum operasional
j.        menggambarkan harapan masa datang
k.       dan sebagainya

2.      Indikator-indikator VISI sekolah, misalnya :
a.      Indikator: ciri, tanda, unsur yang ada, spesifikasi, dsb
b.      Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan, ada proses kenaikan, adanya perbandingan (unggul/kompetitif), konotasi sempurna, canggih, komplit, bermutu tinggi, dsb.
c.       Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya”, “Terpenuhi”, “Teselenggara”, dll yang sejenis

Contoh rumusan indikator visi :
a.      Terwujudnya lulusan yang cerdas, kompetitif, cinta tanah air, beriman, dan bertaqwa
b.      Terwujudnya KTSP di sekolah
c.       Terwujudnya standar proses pembelajaran yang efektif dan efisien
d.      Terwujudnya standar prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir
e.      Terwujudnya standar tenaga pendidik dan kependidikan
f.        Terwujudnya standar pengelolaan pendidikan
g.      Terwujudnya standar penilaian pendidikan
h.      Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai
i.        Terwujudnya budaya mutu sekolah
j.        Terwujudnya lingkungan sekolah yang nyaman, aman, rindang, asri, bersih, dll
k.       Dsb.


B.      MISI SEKOLAH
Misi mengacu kepada indikator, satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi, ada benang merahnya dengan misi, redaksinya operasional, terukur, kata kerja, dll, misalnya dengan kata “mewujudkan”, “memenuhi”, dan sebagainya. Mengacu indikator butir (b)  tentang: “Terwujudnya KTSP Sekolah , maka rumusan misinya antara lain:
1.      Mewujudkan Dokumen-1 atau Buku-1 KTSP
2.      Mewujudkan silabus semua mata pelajaran dan untuk semua jenjang/kelas/tingkatan
3.      Mewujudkan RPP semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan
4.      Mewujudkan  perangkat kurikulum yang lengkap, mutakhir, dan berwawasan kedepan
5.      Mewujudkan  diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan, yaitu kebutuhan peserta didik, keluarga, dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya.
6.      Dan sebagainya sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing

Contoh lain:
1.      Mewujudkan sekolah inovatif
2.      Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization)
3.      Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan, mutakhir, dan berwawasan kedepan
4.      Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil
5.      Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh
6.      Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh
7.      Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif
8.      Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya
9.      Mewujudkan sekolah sehat
10.  Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif
11.  Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan
12.  Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif
13.  Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik
14.  Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif
15.  Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah
Dan sebagainya

C.      STRATEGI
Langkah-langkah dalam mewujudkan Misi


BAB  V     PROGRAM KEGIATAN DAN RENCANA PELAKSANAAN
A.      EVALUASI KETERCAPAIAN PROGRAM KEGIATAN TAHUN SEBELUMNYA
Uraian program kegiatan yang telah dilaksanakan serta ketercapaian pada tahun sebelumnya mengacu pada SNP (8 Standar Nasional) dan program kegiatan yang belum tercapai serta kendalanya.

B.      PRIORITAS RENCANA KEGIATAN SATU TAHUN KEDEPAN
1.      Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan selama 4 tahun.
2.      Program harus mengacu pada tujuan, misi, dan visi sekolah yang telah dirumuskan sebelumnya
3.      Program 1 tahun adalah rencana program kegiatan yang menjadi prioritas
Contoh program Prioritas:
1.      Pemenuhan Standar Isi:
a.   Pengembangan Buku-1 KTSP (Dokumen-1 KTSP)
b.   Pengembangan silabus
c.    Pengembangan RPP
d.   Pengembangan Bahan Ajar, Modul, Buku, dan sebagainya
e.   Pengembangan Panduan Pembelajaran
f.     Pengembangan Panduan Evaluasi Hasil Belajar
2.      Pemenuhan Standar Proses:
a.   Pemenuhan persiapan pembelajaran
b.   Pemenuhan persyaratan pembelajaran
c.    Peningkatan pelaksanaan pembelajaran
d.   Peningkatan pelaksanaan penilaian pembelajaran
e.   Peningkatan pengawasan proses pembelajaran
3.      Pemenuhan SKL SMP:
a.   Peningkatan prestasi bidang akademik
b.   Peningkatan prestasi bidang non akademik
c.    Peningkatan jumlah kelulusan
d.   Peningkatan jumlah yang melanjutkan studi
4.      Pemenuhan Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan:
a.   Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan (kepala sekolah)
b.   Peningkatan kompetensi tenaga pendidik (guru)
c.    Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan lainnya
d.   Dll
5.      Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana:
a.   Pemenuhan srana dan prasarana minimal
b.   Pemenuhan sarana dan prasarana lainnya
c.    Pemenuhan fasilitas pembelajaran dan penilaian
d.   Dll
6.      Pemenuhan Standar Pengelolaan:
a.   Pemenuhan perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja dan kegiatan sekolah
b.   Pemenuhan struktur organisasi dan mekanisme kerja sekolah
c.    Peningkatan supervisi, monitoring, evaluasi, dan akreditasi sekolah
d.   Peningkatan peranserta masyarakat dan kemitraan
e.   Pengembangan perangkat administrasi sekolah (Program Aplikasi Sekolah)
f.     Pengembangan SIM sekolah
g.   Pengembangan standar ISO: 9001 tahun 2000 dan seterusnya
h.   Dll
7.      Pemenuhan Standar Pembiayaan Pendidikan:
a.   Peningkatan sumber dana pendidikan
b.   Pengembangan pengalokasian dana
c.    Pengembangan penggunaan dana
d.   Peningkatan pelaporan penggunaan dana
e.   Peningkatan dokumen pendukung pelaporan penggunaan dana
f.     Pengembangan income generating unit/unit produksi/unis usaha sekolah
g.   Dll
8.      Pemenuhan Standar Penilaian Pendidikan:
a.   Peningkatan frekuensi ulangan harian
b.   Peningkatan pelaksanaan UTS
c.    Pengembangan materi UAS
d.   Pengembangan materi ulangan kenaikan kelas
e.   Pengembangan teknik-teknik penilaian kelas
f.     Pengembangan instruman ulangan harian
g.   Pengembangan instrumen ulangan kenaikan kelas
h.   Pengembangan instrumen UTS
i.     Pengembangan instrumen UAS
j.     Pemenuhan mekanisme dan prosedur penilaian guru
k.    Pemenuhan mekanisme dan prosedur penilaian oleh sekolah
l.     Pengembangan perangkat pendokumentasian penilaian
m. Dll
9.      Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sekolah:
a.   Pengembangan budaya bersih
b.   Penciptaan lingkungan sehat, asri, indah, rindang, sejuk, dll (tamanisasi)
c.    Pemenuhan sistem sanitasi/drainasi
d.   Penciptaan budaya tata krama “in action”
e.   Peningkatan kerjasama dengan lembaga lain relevan bidang 6K
f.     Pengembangan lomba-lomba kebersihan, kesehatan, dll
g.   Dll


C.      RENCANA PELAKSANAAN PROGRAM

Merupakan cara, teknik, seni, metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis

Contoh Rencana Pelaksanaan Program :
a.      Dalam program Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Jejaring Kurikulum Tingkat Kab/Kota/Propinsi, Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan, workshop, lokakarya, seminar, In House Training, dll untuk menghasilkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
b.      Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK,KD,dll; membuat silabus, membuat RPP, membuat model-model penilaian, dll melalui workshop, IHT, dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah.
c.       Dalam program Pengembangan srapras, bahan ajar, sumber belajar,  dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan, melengkapi, menambah, dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah;
Dan sebagainya sesuai dengan karakteristik program dan kondisi sekolahnya.
Rencana Pelaksanaan Program :
No
Program
Kondisi Awal
Tahun I
Tahun II
Tahun III
Tahun IV
A.
PENGEMBANGAN STANDAR ISI

1.       Pengembangan Buku-1 KTSP (Dokumen-1 KTSP)
2.       Pengembangan silabus
3.       Pengembangan RPP
4.       Pengembangan Bahan Ajar, Modul, Buku, dan sebagainya
5.       Pengembangan Panduan Pembelajaran
6.       Pengembangan Panduan Evaluasi Hasil Belajar
7.       Dll



5/11
................


6
............


6
.............
...........
B.
PEMENUHAN STANDAR PROSES

1.       Pemenuhan persiapan pembelajaran
2.       Pemenuhan persyaratan pembelajaran
3.       Peningkatan pelaksanaan pembelajaran
4.       Peningkatan pelaksanaan penilaian pembelajaran
5.       Peningkatan pengawasan proses pembelajaran
6.       Dll





C.
PENINGKATAN SKL






1.       Peningkatan prestasi bidang akademik
2.       Peningkatan prestasi bidang non akademik
3.       Peningkatan jumlah kelulusan
4.       Peningkatan jumlah yang melanjutkan studi
5.       Dll





D.
...................................dst








D.     RENCANA ANGGARAN SEKOLAH

1.      Pembiayaan program dibuat dalam bentuk RAPBS. Pembiayaan tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RKAS
2.      Pada kolom program, tinggal memasukkan program-program strategis yang telah dibuat sebelumnya
3.      Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain yang informatif dan jelas
4.      Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacu kepada peraturan masing-masing yang berlaku.
5.      Semua program strategis harus dimasukkan dalam RAPBS
6.      Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: langganan jasa dan daya, keperluan sehari-hari, pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris, pengadaan sarana kantor/pendidikan, dll.







BAB  VI    SUPERVISI, MONITORING DAN EVALUASI

1.      Ingat: Program ini merupakan bagian TIDAK TERPISAHKAN dari program standar pengelolaan
2.      Supervisi, monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama empat tahun untuk melaksanakan di sekolahnya. Terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya, serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sudah memenuhi/sesuai dengan SNP atau belum.
3.      Substansi a.l.: minimal 8 SNP dan satu aspek pendidikan (budaya dan lingkungan sekolah)
4.      Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah
5.      Bisa membuat atau mengadopsi instrumen dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan.
6.      Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal)


Contoh program Supervisi dan Monev selama empat tahun:
1.      Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya”
2.      Mewujudkan supervisi klinis (membuat instrumen, memvalidasi, melaksanakan, menganalisis, membuat laporan, tindak lanjutnya)
3.      Mewujudkan supervisi klinis CTL, dan lainnya
4.      Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)-à akhir tahun (menetukan tim, membuat instrumen, memvalidasi, melaksanakan, menganalisis, membuat laporan, tindak lanjutnya)
5.      Dll

Bentuk Program:
1.      Pemenuhan Supervisi Sekolah
2.      Pemenuhan Monitoring Pelaksanaan Program Sekolah
3.      Pemenuhan Evaluasi Kinerja Sekolah
4.      Pemenuhan Evaluasi Kinerja Guru dan tenaga kependidikan lainnya


BAB  VII   PENUTUP
LAMPIRAN :


3 komentar:

  1. terimakasih banyak atas informasinya

    BalasHapus
  2. terima kassih..sgt membantu pemahaman.sy ttg RKAS..Semoga selalu.diberkahi Allah.SWT

    BalasHapus
  3. bagus sekali pak, saya sangat terbantu untuk menyusun RKAS di sekolah karena masih awam dalam masalah ini. terima kasih.

    BalasHapus